Just another WordPress.com weblog

Berbagai macam kejadian terjadi pada siswa  setelah hasil pengumuman hasil ujian nasional di seluruh Indonesia. Ada yang dinyatakan lulus dan ada juga yang jatuh pingsan karena harus mengulang kembali pada ujian susulan.

Di Malang, Kebiasan hura-hura setelah pengumuman kelulusan ujian nasional dilarang di Kota Malang, Jawa Timur. Alasannya tidak sekadar akan mengganggu pengguna jalan, tetapi juga demi menjaga perasaan mereka yang tak lulus UN.

“Saya menginstruksikan agar semua siswa-siswi SMA dan yang sederajat tidak konvoi karena akan mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Wali Kota Malang Peni Suparto, Senin (26/4/2010).

Peni Suparto menyerukan pula, “Hargailah dan hormatilah perasaan siswa yang tidak lulus pada UN utama ini. Mereka juga masih punya kesempatan untuk mengulang UN. Namun, tolong konvoi kendaraan bermotor yang kebut-kebutan di jalan itu dihindari.”

Di Pekan Baru, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Yuzamri Yakub mengimbau para siswa untuk tidak melakukan konvoi dan coret baju seragam sekolah usai pengumuman Ujian Nasional tingkat SMA yang berlangsung Senin mulai pukul 14.00 WIB.

“Dinas Pendidikan sudah melayangkan surat edaran ke sekolah-sekolah agar siswa-siswa tidak melakukan aksi coret dan konvoi, yang membuat resah masyarakat dan pengguna jalan,” ungkapnya, Minggu (25/4/2010).

Meski demikian, tidak ada sanksi tegas yang akan diberikan kepada siswa tersebut. Menurutnya, sekolah juga tidak bisa mengontrol siswanya jika sudah berada di jalan.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Ade Hartati Rahmad mengatakan, sebaiknya para siswa tidak terbawa pada tradisi coret baju seragam.

Menurutnya, selama ini coret baju dan konvoi merupakan tradisi untuk meluapkan ekspresi dari kelulusan tersebut.

“Sebaiknya kelulusan diekspresikan dengan kegiatan yang lebih menyejukkan, seperti melakukan aksi sosial dengan menyumbangkan baju yang tidak terpakai lagi kepada yang membutuhkan. Daripada coret baju dan konvoi yang mengganggu ketertiban umum,” ungkapnya.

Kepala SMAN 6 Pekanbaru, Wan Marjohan, mengatakan pihaknya akan mengimbau siswa untuk tidak melakukan aksi coret dan konvoi pada saat pengumuman kelulusan.

Bagaimana dengan SMA Nommensen Jambi…???

Sebagai salah satu sekolah yang sangat mendukung di larangnya coret – coret baju seragam dan aksi konvoi siswa yang bisa berdampak buruk bagi siswa dan berdampak buruk bagi masyarakat. Di konfirmasi di ruangannya Kepala Sekolah SMA Nommensen Jambi Bapak P. Pardosi,S.Pd. MBA juga sangat menimbau agar siswanya jangan mengadakan aksi seperti itu apalagi mengikuti konvoi yang bisa merugikan dan yang lebih parahnya lagi aksi coret – coret tersebut bukan hanya pada baju seragam bahkan sangking senangnya siswa melampiaskan aksi coret – coret pada dinding rumah warga dan di jalan jalan  yang akhirnya merugikan masyarakat ( Ase.red).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: