Just another WordPress.com weblog

Gempa perlu masuk kurikulum

JAMBI, KOMPAS.com — Anggota DPR, Ny Ratu Munawwaroh Zulkifli, mengusulkan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memasukkan gempa bumi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, khususnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh serta daerah sekitarnya yang merupakan daerah rawan gempa.

“Melalui proses pembelajaran di sekolah, anak-anak dan masyarakat akan mengetahui cara-cara menghadapinya dan upaya menyelematkan diri jika terjadi gempa,” katanya di Jambi, Minggu (4/10), menanggapi hasil kunjungannya ke lokasi dan korban gempa di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Sabtu (3/10).

Anggota DPR asal Partai Amanat Nasional (PAN) dari daerah pemilihan Provinsi Jambi itu, Sabtu, bersama Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin dan pejabat setempat meninjau lokasi dan korban gempa bumi di Kerinci dan Merangin.

“Dengan dipelajarinya gempa bumi, diharapkan bencana alam itu bukan lagi sesuatu yang menakutkan karena masyarakat sudah memahami dan mengetahui, terutama cara-cara menghadapi dan menyelamatkan diri,” kata Ratu Munawwaroh seperti dikutip Antara.

Saat ini sudah banyak dijual film-film yang mengajarkan bagaimana hidup di daerah rawan gempa, misalnya di Jepang, masyarakatnya saat ini tidak lagi panik jika menghadapi gempa karena sudah tahu persis cara menghadapinya dan upaya menyelamatkan diri, di samping mereka juga menguasai teknologi dalam membuat bangunan tahan gempa.

Ratu juga berharap, ke depan, pemerintah hendaknya tidak hanya fokus memikirkan upaya mengatasi pascagempa, tapi juga bisa memikirkan berbagai upaya dalam menghadapi gempa bumi.

Selain itu, pemerintah daerah juga membentuk Desa Siaga Gempa untuk menyosialisasikan berbagai upaya penanggulangan gempa dan mengenali wilayah tempatnya bermukim sehingga jika terjadi gempa lebih siap menghadapinya.

Kabupaten Kerinci pada Kamis (1/10) dilanda gempa berkekuatan 7,0 skala Richter pukul 08.52 dengan lokasi gempa berada di 46 kilometer tenggara Sungaipenuh, Ibu Kota Kerinci, di kedalaman 10 kilometer.

Kerugian akibat bencana gempa bumi Kerinci dari hasil pendataan sementara mencapai Rp100 miliar lebih.

Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin minta agar ke depan masyarakat Kerinci yang akan membangun rumah harus mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) terlebih dahulu.

“Dengan memiliki IMB, pembangunannya akan diawasi, termasuk material yang harus digunakan. Pejabat yang berkompeten agar benar-benar mengawasi sehingga bangunan atau rumah yang didirikan benar-benar baik kuat jika terjadi gempa,” katanya.

Kepada Bupati Kerinci dan Penjabat Wali Kota Sungaipenuh, Gubernur meminta agar segera membuat peraturan daerah tentang IMB, termasuk kabupaten lainnya. Hal tersebut perlu diterapkan mengingat banyaknya rumah dan bangunan yang roboh akibat gempa Kerinci, hal itu juga menunjukkan masih rendahnya kualitas bangunan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: