Just another WordPress.com weblog

kondisi-belajar

GURU seringkali mendapat tuntutan dari orang tua siswa tentang peningkatan prestasi akademik atau harapan tentang perubahan perilaku anak-anaknya, seolah-olah bagus atau tidaknya prestasi dan perilaku siswa sepenuhnya tanggung jawab guru.

Tentu saja tanggung jawab sebesar ini tidak pantas diemban hanya oleh sekolah, khususnya oleh para guru. Karena bagaimanapun ada lingkungan lain di luar sekolah yang ikut berperan memengaruhi kondisi siswa baik secara akademik maupun perilaku, yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat.
Lingkungan keluarga sebenarnya adalah lingkungan pertama dan utama yang dikenal oleh anak. Lingkungan keluarga merupakan peletak dasar pembentukan kepribadian anak. Bahkan sampai jenjang dewasa keluarga tetap memiliki peran yang besar pengaruhnya terhadap anak meskipun anak memiliki lingkungan sekolah dan masyarakat di sekitarnya.
Menurut Ki Hajar Dewantara, suasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan baik orang-seorang (pendidikan individual) maupun pendidikan sosial.
Keluarga itu tempat pendidikan yang sempurna sifat dan wujudnya untuk melangsungkan pendidikan ke arah pembentukan pribadi yang utuh tidak saja bagi kanak-kanak tapi juga bagi remaja. Peran orang tua dan keluarga adalah sebagai penuntun, sebagai pengawas, dan pemberi contoh (Ki Hajar Dewantara, 1962; dari Wayan Andhara, 1986).
Ditambahkan Wayan Andhara (1986), lingkungan keluarga sungguh merupakan pusat pendidikan yang penting dan menentukan. Keluargalah tempat dasar pembentukan watak pribadi dan juga pembentukan sosial.
Dueroley pernah mengemukakan, 70 persen dari anak-anak yang jatuh ke jurang kejahatan berasal dari keluarga yang rusak kehidupannya. Oleh karena itu, untuk memperbaiki keadaan masyarakat, perlu adanya pendidikan keluarga.
Selain orang tua, lingkungan masyarakat juga berperan penting dalam pembentukan pribadi anak. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat ini saling memengaruhi dan saling bergantung satu dengan lainnya.
Karena itu, peningkatan kualitas sekolah tidak akan berarti banyak manakala tidak diiringi peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat. Untuk itu, kesamaan tujuan, program pembentukan anak, dan lain-lain harus saling mendukung dan melengkapi antara ketiganya sehingga bisa selaras, sejalan, dan bersinergi.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terjadi sinergi antara ketiganya adalah sebagai berikut. Pertama, membangun hubungan kemitraan sejajar antara guru (sekolah) dan orang tua. Guru dan orang tua siswa adalah mitra yang bersama-sama berusaha membantu siswa untuk berkembang ke arah tujuan yang diharapkan, tidak  ada yang lebih tinggi atau lebih rendah sehingga masing-masing bisa saling bertukar pikiran dan mengkritisi setiap proses yang dilakukan pada anak tanpa merasa canggung atau malu.
Kedua, adanya keterbukaan dan ketersambungan program antara program sekolah dan program di rumah. Keterbukaan sangat diperlukan. Keterbukaan yang diiringi dengan niat baik untuk menerima seandainya ada kritik yang sampai baik itu pada guru maupun pada orang tua. Setiap pola pendidikan anak di rumah sebaiknya tersampaikan ke sekolah dan sebaliknya juga begitu program sekolah harus terealisasikan kepada orang tua siswa. Lembaga keluarga memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga sudah seyogianyalah memiliki program-program yang terencana.
Ketiga, adanya komunikasi antara orang tua dan sekolah dalam pelaksanaan proses pendidikan baik itu di rumah maupun di sekolah yang dilakukan minimal sebulan sekali sebagai langkah evaluasi program di sekolah dan di rumah.
Keempat, bersama-sama orang tua dan sekolah melakukan kontrol sosial terhadap masyarakat, membuat dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi perkembangan anak-anak. Melakukan kontrol dan kritik terhadap berbagai media yang menayangkan hal-hal yang tidak sehat bagi anak-anak.
Kelima, sekolah dan orang tua serta masyarakat menciptakan lingkungan yang membangun motivasi anak untuk terus berkarya dengan mendukung setiap kegiatan positif mereka atau mengadakan lomba-lomba yang merangsang kreativitas anak.
Kerja sama yang baik antara semua komponen inilah yang akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas yang pada akhirnya manusia-manusia Indonesia yang akan lahir berikutnya adalah generasi-genarasi yang tangguh yang mampu membawa perubahan dan bahkan memimpin perubahan dunia ke arah yang lebih baik. (*)

Comments on: "Membentuk Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Lingkungan" (2)

  1. Bagus artikelnya, izin copas ya🙂
    Thanx a lot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: