Just another WordPress.com weblog

Archive for November, 2008

Akibat terlambat datang ke sekolah

hormat-grakkk

hukuman buat siswa

Jambi 19 November 2008. Dua orang siswa berlarian memasuki gerbang sebuah sekolah menengah. Dari luar halaman sekolah terlihat jam dinding berukuran besar yang menempel didinding gapura masuk jarumnya sudah menunjuk angka 06.45.
Tak mengherankan kalau kedua siswa tadi berlarian, takut kalau pintu gerbang ditutup. Karena terlambat masuk sekolah, oleh petugas keamanan sekolah, keduanya mendapat ‘ganjaran’ dengan berdiri di tengah lapangan basket. Sambil berselempang tas sekolah, masing-masing memegang kedua telinganya. Tidak hanya perlakuan ini yang mereka terima, kaki kiri mereka diangkat.
Tak urung, hal ini memancing tawa teman satu sekolah. Apalagi kedua siswa ini sudah langganan terlambat masuk sekolah.
Itulah cuplikan sinetron remaja bersetting sekolah yang ditayangkan oleh sebuah stasiun teve swasta nasional yang jam tayangnya siang hari.
Walau terjadi di cerita sinetron, tapi gambaran tadi sering kita jumpai secara nyata diberbagai sekolah menengah disekitar kita. Siswa yang terlambat datang ke sekolah selalu akan mendapat sangsi atau hukuman. Dan sangsi atau hukuman yang diberikan ke siswa tadi berbeda dari satu sekolah dengan sekolah lainnya.
Selain disuruh berdiri ditengah lapangan, ada juga siswa yang disuruh push up atau berlari mengelilingi lapangan basket sebanyak beberapa kali. Di lain sekolah, memperlakukan siswa yang terlambat dengan memberikan tugas membersihkan kamar mandi/wc sekolah. Ada pula sekolah yang menjemur siswa terlambat hingga satu jam pelajaran.
Tak jarang sekolah memberi tugas kepada siswa terlambatnya dengan menyuruh menyapu halaman atau teras kelas, tak peduli siswa laki-laki ataupun perempuan. Ada sekolah yang tidak memberi sangsi fisik kepada siswa yang terlambat masuk. Tetapi lebih condong memberikan tugas-tugas yang bersifat akademis.
Misalnya dengan memberi tugas merangkum satu buku tertentu di perpustakaan selama satu jam pelajaran. Dan hasil rangkuman ini dikumpulkan di guru yang bersangkutan, ketika waktu sang murid tadi terlambat.
Selain itu juga ada sekolah ( yang menerapkan sangsi berupa tugas membuat puisi atau kaligrafi.
Kalau diurai satu persatu, macam pemberian sangsi bagi siswa yang terlambat sudah tak terhitung banyaknya. Dasar pemberian sangsi inipun sangat beragam. Bagi sekolah yang menerapkan sangsi fisik ini mempunyai alasan dengan diberi hukuman lari atau sangsi fisik lainnya, siswa akan capek atau setidaknya malu karena berlari mengelilingi lapangan basket dan dilihat teman-teman satu sekolahnya.
Sedangkan bagi sekolah yang menerapkan sangsi akademis, siswa akan merasa terbebani dengan tugas-tugas tambahan yang cukup menyita pikiran, tenaga dan waktunya. Disisi lain, sekolah ingin memberikan pelajaran cepat tanggap dengan rangkuman tadi dalam hitungan satu jam pelajaran.
Baik sangsi fisik ataupun akademis, yang pasti satu tujuannya yakni memberikan efek jera kepada siswa agar tidak terlambat lagi. Tapi, sudah efektifkah kedua penerapan sangsi ini? Seberapa besar jumlah siswa yang tidak terlambat? Apakah mengalami penurunan jumlah siswa yang terlambat?

Contoh kasus di SMA Nommensen Jambi, tempat dimana penulis mengabdikan diri sebagai pendidik  dari 300 siswa, rata-rata dalam setiap harinya ada sekitar 15 siswa yang terlambat. Dengan berbagai alasan mereka kemukakan penyebab keterlambatannya tadi. Kalau tidak ban sepeda bocor atau kepis, angkot-nya yang jalannya pelanlah atau alasan klasik, bangun kesiangan.
Awalnya pihak sekolah, dalam hal ini petugas ketertiban dan guru-guru lainnya, memberi sangsi fisik. Awalnya sangsi yang diberikan berupa push up bagi siswa dan siswinya disuruh melompat beberapa kali dengan kedua tangan dibelakang kepala. Rupanya cara ini kurang menampakkan hasil, siswa masih banyak yang terlambat.
Sangsi ditingkatkan dengan menyuruh berlari mengelilingi lapangan bola basket sebanyak beberapa kali, cara ini kurang membawa hasil. Bahkan ada beberapa orang tua dan wali murid yang berkomentar miring tentang pemberian sangsi ini. ”Ini perbuatan yang tidak manusiawi, sekolah bukan tempat militerisme atau siswa butuh kasih sayang bukan siksaan,” begitulah nada-nada miring yang sampai di pihak sekolah.
Guna menghentikan nada-nada sumbang tadi, pihak sekolah memberi keringanan sangsi dari berlari mengelilingi lapangan sekarang memegang sapu dan lap, bersih-bersih. Rupanya perlakuan ini tidak menyurutkan jumlah siswa yang terlambat. Mereka malah asyik bermain-main dengan sapu dan lap yang dipegangnya.
Setelah beberapa waktu penerapan sangsi semacam ini kami kaji dan akhirnya sangsi fisik ditiadakan dan diganti dengan sangsi akademis. Dengan asumsi, kami ingin memberikan tambahan ilmu kepada siswa tanpa mereka sadari.

dan perlu ditambahi seperti yang dituliskan dalam buku catatan mata kuliah Psikologi Pendidikan yang dibimbing Drs. Suroso, MS dosen Psikologi Pendidikan Untag Surabaya (almamater penulis), dalam suatu pertemuan beliau pernah mengatakan bahwa salah satu cara meredam kenakalan remaja yakni dengan memanfaatkan kelemahan remaja yang bersangkutan.

Praktek Kimia 3 IPA SMA Nommensen Jambi

praktek-3-ipa1

 

3-ipa1

Jambi  November 2008. Jam pelajaran Kimia pun akan dimulai pada jam pelajaran 7 dan delapan di hari kamis. Pak simanjuntak segera menuju kelas 3 IPA untuk mengadakan praktek Kimia di kelas 3 IPA.  Siswa siswi kelas 3 IPA telah mempersiapkan bahan berupa baterai kecil, kabel , garam dan perlengkapan praktek lainnya untuk mengadakan praktek larutan elektrolit.

Siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti jalannya praktek kimia bersama Pak Simanjuntak. Siswa kelas 3 IPA dibagi menjadi empat kelompok dimana satu kelompok terdiri dari 7 dan delapan siswa.

Siswa yang berhasil dalam melaksanakan praktek larutan elektrolit sangat puas sedangkan siswa yang belum berhasil merasa ingin mencoba lagi sampai larutan elektrolit tadi berhasil menjadi warna biru.

Salah seorang siswa kelas 3 IPA bernama Andri Kristian merasa kurang berhasil dalam melaksanakan praktek dan dia ingin mencoba lagi sampai berhasil. Dibantu dengan rekan satu kelompoknya andri akhirnya berhasil dan merasa puas.

Selaku guru mata pelajaran kimia di sekolah pak edi simanjuntak merasa siswa 3 ipa sangat senang dalam melaksanakan suatu praktek seperti pada praktek kali ini. Beliau juga berkata bila ada siswa yang masih belum berhasil dalam melaksanakan praktek maka mereka akan melakukannya sampai berhasil. Sejauh ini pak edi simanjuntak merasa senang dengan semangat belajar siswa 3 IPA yang notabone akan menghadapi ujian nasional pada April Tahun depan.

Daftar nama alamat E-mail dan Friendster Siswa SMA Nommensen

Inilah daftar nama siswa-siswi SMA Nommensen yang telah memiliki E-mail dan Friendster. Data ini terakhir diambil tanggal 3 November 2008 dan masih akan mengalami perubahan lebih lanjut.

Double klik tulisan ini untuk melihat data E-mail dan Friendster :

microsoft-word-daftar-nama-alamat-e-mail-siswa

Indahnya senam Pagi di sekolahku

Bila hari jumat atang maka siswa-siswi sma nommensen jambi segera melaksanakan senam pagi yang dilaksanakan jam 06.30 Wib. Siswa bergegas mengambil tempat dan langsung melaksanakan senam dengan di pandu guru bidang olah raga “, Pak H. Sitohang.

Senam ini bertujuan untuk melatih siswa agar lebih senang dalam olah raga. Apalagi bila dilasanakan pagi hari. Bila ada siswa yang telat untuk melaksanakan senam maka akan diberi hukuman oleh guru piket misalnya dengan Push-Up atau Sukot- Jump.

 

senam-pagi

Beginilah suasana siswa yang selalu ceria saaat melaksanakan senam pagi di sekolah Nommensen Jambi.

Pentingnya Pendidikan Bagi Anak

Pendidikan anak

Pendidikan anak

Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati. Umumnya yang kerap kita dengar yaitu:

LONG LIFE EDUCATION

Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.

Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang menentukan kecekatan seseorang berpikir tentang dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik diharapkan mampu mengubah keluarganya, kelak mengubah daerahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana dia hidup. Seperti puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini. Seseorang memiliki eksistensi tentang arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan bagi dia dan sangat disayangkan jika itu berbuah dalam kesiasiaan.

Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan sebab hal itu bagi mereka merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.

Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan baru di bidang IPTEK, yang dapat dijadikan sebagai “nilai jual” ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan penemuan awal yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk merealisasikan penemuan mereka.

Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut seperti itu di negara kita sebab melihat kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di berbagai bidang pendidikan. Sekalipun demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari negara lain yang akhirnya di era free trade ini kita tidak lagi mampu maju untuk memberdayakan diri agar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi pemimpi.

Secara ruang lingkup yang sempit di kawasan Negara kita sendiri masih ada yang tertinggal, tidak mampu baca dan tulis. Hal ini merupakan suatu kekhawatiran yang sangat sulit untuk diberantas jika kita masih berkutat pada pemahaman yang primitif atau sedikit lebih maju namun sekedar tekhnis saja.

Memandang keluar dan melihat keterbukaan dalam dunia globalisasi, menjadikan peranan pendidikan sangat vital untuk jadi penentu sebab dunia pendidikan mampu memotivasi terciptanya tekhnologi yang bisa diadaptasi, diimitasi bahkan disebarkan dengan cara yang cepat dan mudah. Yang kemudian hal tersebut dapat mendukung laju perkembangan suatu Negara.

Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu. Perkembangan bukan hitungan hari tetapi sudah bertolak ukur dengan hitungan detik. Dari waktu detik ke detik berikutnya sudah menghasilkan berbagai daya kreasi penemuan-penemuan di berbagai bidang. Mengingat hal itu, maka mari kita memanfaatkan kesempatan yang tersedia, bukan kesempatan yang memanfaatkan kita. Sebab saat ini telah dinyatakan dalam prakteknya bahwa manusia adalah subyeknya dan kualitasnya adalah kunci, bukan soal kuantitas lagi.

Kata bijak dari seorang berkebangsaan China yang menyatakan:

Give a man a fish
And you will feed him for a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for life

Kata bijak yang sangat menggugah kita yang mempunyai arti “berikan pada seseorang seekor ikan maka kamu memberi dia hanya sekali makan tapi ajarilah seseorang untuk memancing maka kamu telah memberi dia makan seumur hidupnya.” Suatu ungkapan yang boleh diberi acungan jempol. Dalam ungkapan itu tersimpan makna yang ingin disampaikan adalah manusiakan manusia agar ia menjadi manusia, berdayakan, didik, latih, beri keterampilan agar kelak dia yang memberdayakan dan bertanggungjawab pada dirinya, kehidupannya serta masa depannya.

Kaum muda adalah pemegang kunci di setiap daerah, pemuda adalah penerus bangsa. Adalah realita yang harus kita akui bahwa pemuda-pemuda bangsa kita, sebelum maju bersaing sudah hampir kalah bersaing, tetapi tidak ada kata terlambat, sekarang juga mari semua kita perlengkapi anak-anak, diri kita untuk menjadi manusia-manusia kunci sebagai langkah menuju manusia yang siap pakai dan mempunyai daya kreatif tinggi serta bernilai jual yang layak di dunia Internasional. Tidak mudah tapi kita mampu. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita sebagai anak bangsa sanggup berkreasi di kancah dunia.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag